+6282117090264
ziroabadi@gmail.com

Elemen Dasar Desain Interior Ruangan

Banyak sekali hal yang perlu dimengerti apabila kita berbicara mengenai desain interior. Namun seperti kebanyakan ilmu lainnya bahwa teori tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pengalaman. Di sini kami akan memberikan sedikit ilmu mengenai elemen dasar desain interior ruangan yang diharapkan dapat dijadikan sebagai fondasi untuk para pembaca gunakan dalam menjelajahi desain interior lebih jauh lagi.

Dikutip dari Laurence Llwelyn-Bowen seorang “homestyle consultant” terdapat 4 hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan desain interior yaitu:

  1. Space Planning/Rencana Tata Ruang
  2. Color/Warna
  3. Lighting/Pencahayaan
  4. Pattern/Pola

Mari kita mulai pembahasan mengenai elemen dasar desain interior ruangan.

1. Space Planning/Rencana Tata Ruang

Pada bagian ini akan dijelaskan 2 hal mengenai rencana tata ruang yaitu peletakan furnitur berdasarkan focal point dan tempat penyimpanan.

1.1 Peletakkan Furnitur berdasarkan Focal Point

Peletakan furnitur yang rapih dan simetris merupakan salah satu hal penting dalam rencana tata ruang. Pada Gambar 1 dapat dilihat sebuah ruangan kosong dengan focal point berupa tempat perapian dan jendela. Focal point merupakan daerah tertentu yang mampu menarik perhatian seseorang yang baru saja memasuki sebuah ruangan.

Tata Cara Desain Interior Ruangan

Gambar 1 Ruangan Kosong

Lalu pada Gambar 2 diberikan perbandingan antara peletakan furnitur yang tidak memperhatikan focal point (Gambar 2A) dengan yang peletakan yang memperhatikan focal point (Gambar 2B). Dengan mengikuti focal point maka akan menimbulkan kesan rapih dan simetris seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2B.

Tata Cara Desain Interior Ruangan

Gambar 2 Perbandingan peletakan furniture

Pada Gambar 3 juga ditampilkan contoh kasus dimana sofa diletakan simetris dengan focal point (jendela) serta furniture lainnya menyesuaikan di sekitarnya.

Tata Cara Desain Interior Ruangan

Gambar 3 Peletakkan sesuai focal point

1.2 Tempat Penyimpanan

Barang berserakan seperti mainan, pakaian, dan lainnya merupakan hal simpel namun mampu membuat ruangan tampak kecil dan tidak nyaman. Sehingga desain interior perlu juga memikirkan tempat penyimpanan yang cukup untuk menghindari hal tersebut. Pada Gambar 4 diberikan contoh kasus pada ruangan kecil yang memanfaatkan furnitur khusus dengan tempat penyimpanan dan pada Gambar 5 berupa kamar tidur yang memanfaatkan lemari serta kotak penyimpanan yang dapat dipakai untuk menyembunyikan barang berserakan.

Tata Cara Desain Interior Ruangan

Gambar 4 Desain interior memanfaatkan tempat penyimpanan pada furniture

Tata Cara Desain Interior Ruangan

Gambar 5 Desain kamar tidur dengan memaksimalkan tempat penyimpanan

2. Color/Warna

Pada bagian ini kami akan menjelaskan tentang color family, pale & strong color (warna pucat & warna tajam), dan basic color symbolism.

2.1 Color Family

Dari sekian banyak warna yang ada ternyata masing-masing warna ini memiliki karakteristik yang mirip dengan beberapa warna lain. Kelompok warna yang memiliki kemiripan karakteristik ini dinamakan color family. Color family dibagi menjadi 3 yaitu warm color, cool color, dan neutral color seperti yang ditampilkan pada Gambar 6.

Gambar 6 Color Family

Dengan menggunakan kombinasi warna dengan berfokus pada 1 kelompok color family diatas maka kita dapat menghindari tabrakan warna yang tidak perlu. Salah satu penyebab mengapa furnitur kayu sangat sering digunakan dalam berbagai desain interior yaitu warna coklatnya yang termasuk dalam kelompok warna netral. Dapat diperhatikan dari beberapa aplikasi pemakaian color family pada beberapa gambar diawal (Gambar 3 untuk neutral color dan Gambar 4B untuk cool color) dan pada Gambar 7 juga ditampilkan pemakaian kontras antara sebelum dan sesudah ruang makan ini diaplikasikan dengan warm color.

Tata Cara Desain Interior Ruangan

Gambar 7 Aplikasi warm color pada ruang makan

2.2 Pale & Strong Color (Warna Pucat dan Warna Tajam)

Pale Color

Jika diperhatikan ruangan yang terang akan terlihat lebih besar dibandingkan ruangan yang redup apalagi gelap. Pale color atau warna pucat terutama warna hijau, biru, dan ungu memiliki kemampuan yang baik dalam memantulkan cahaya natural dari matahari (warna paling bagus untuk memantulkan cahaya adalah putih). Sehingga warna-warna ini cocok untuk rungan berukuran kecil maupun standar agar dapat terlihat lebih terang serta memberikan kesan lebih besar pada ruangan tersebut. Terlebih lagi apabila ruangan-ruangan tersebut menghadap arah utara atau selatan yang sepanjang hari hanya mendapat sedikit cahaya matahari. Pada Gambar 8 ditampilkan perbandingan antara kondisi cahaya pada ruangan sebelum dan sesudah diaplikasikan warna hijau pucat (tambahan informasi bahwa ruangan ini menghadap selatan). Bila diperhatikan selain warna ada juga beberapa hal yang perlu ditambahkan agar dapat memaksimalkan pantulan cahaya matahari yang masuk namun itu akan dijelaskan lebih lanjut pada bagian lighting atau pencahayaan.

Tata Cara Desain Interior Ruangan

Gambar 8 Perbandingan kondisi cahaya dalam ruangan

Strong Color

Strong Color atau warna tajam lebih memberikan impact kepada visual dan perasaan kita saat melihatnya, warna tajam cocok digunakan pada ruangan besar seperti pada Gambar 9 maupun ruangan yang hanya sekedar untuk dilewati seperti lorong, ruangan setelah naik tangga seperti pada Gambar 10 dan Gambar 11 serta ruangan-ruangan lain yang sedikit penggunaannya.

Tata Cara Desain Interior Ruangan

Gambar 9 Ruangan besar untuk aplikasi strong color merah

Tata Cara Desain Interior Ruangan

Gambar 10 Lorong untuk aplikasi strong color

Tata Cara Desain Interior Ruangan

Gambar 11 Ruangan setelah naik tangga

Warna tajam ini juga dapat difungsikan untuk menarik perhatian sehingga mampu menjadikannya focal point (ingat tentang focal point pada pembahasan bagian awal) seperti yang ditampilkan pada Gambar 12. Pada gambar tersebut ditampilkan warna merah tajam yang dikelilingi oleh warna netral lantai sehingga memberikan kesan “blur” pada warna netral lantai sehingga pandangan terhadap lantai tampak lebih luas. Pada Gambar 13 ditampilkan aplikasi warna tajam pada dinding dengan tujuan memberikan kesan “blur” seakan-akan ruangan mengalami ”stretch” sehingga tampak lebih besar.

Tata Cara Desain Interior Ruangan

Gambar 12 Aplikasi warna tajam untuk focal point

Gambar 13 Aplikasi warna tajam untuk focal point

Warna tajam seperti merah, oranye, coklat, dan hitam merupakan warna yang sangat buruk dalam memantulkan cahaya. Sehingga warna-warna ini tidak cocok untuk ruangan kecil.

2.3 Basic Color Symbolism

Warna sangat erat kaitannya dengan mood seseorang, pengertian tentang masing-masing warna jelas dapat diartikan berbeda-beda oleh siapapun. Di sini adalah beberapa kutipan oleh Laurence Llwelyn-Bowen tentang arti beberapa warna.

Red/merahSemangat, gairah, kehangatan, pertarungan, berbahaya
PinkRomantis
OrangeGembira, mendebarkan, dan menstimulus nafsu makan
Yellow/kuningCerah dan menyenangkan
Green/hijauAlami dan harmonis
Blue/biruMenenangkan

3. Lighting/Pencahayaan

Disini akan dibahas mengenai cara untuk memaksimalkan cahaya matahari yang masuk pada sebuah ruangan. Sebelum itu perlu diketahui dulu darimana sumber cahaya yang masuk ke dalam ruangan anda. Ruangan dengan sumber cahaya dari arah timur akan mendapat banyak cahaya pada pagi hari dan sedikit cahaya pada sore hari serta berlaku sebaliknya untuk ruangan dengan sumber cahaya dari arah barat. Namun ruangan dengan sumber cahaya dari arah utara dan selatan akan kesulitan mendapatkan cahaya sepanjang hari. Mari kita tampilkan kembali  gambar sebelumnya dengan beberapa keterangan agar lebih jelas.

Tata Cara Desain Interior Ruangan

Gambar 14 Memaksimalkan kondisi cahaya matahari yang masuk

Fokus utamanya adalah memaksimalkan cahaya matahari yang masuk dengan cara menangkap serta merefkleksikan cahaya yang masuk ke segala penjuru ruangan. Pada gambar diatas dapat dilihat beberapa point penting yang bertujuan untuk memaksimalkan cahaya. Kaca bersih dan tanpa penghalang, coating lantai agar lantai mengilap dan dapat memantulkan cahaya (karpet atau bahan empuk lainnya merupakan pilihan buruk karena tidak mampu memantulkan cahaya dengan baik), dinding warna hijau pucat merupakan warna yang baik untuk memantulkan cahaya, dan cermin selain mampu memantulkan cahaya dan meningkatkan jumlah cahaya dalam ruangan juga mampu menciptakan ilusi yang memanjakan mata. Pada Gambar 14 tersebut sebenarnya terdapat total 3 cermin yang digunakan untuk memaksimalkan cahaya yang masuk. Lokasi 2 cermin lagi dapat dilihat pada Gambar 15 dan Gambar 16.

Gambar 15 Cermin untuk memaksimalkan pantulan dan jumlah cahaya

Gambar 16 Cermin untuk memaksimalkan pantulan dan jumlah cahaya

4. Pattern/Pola

Pattern atau pola pada wallpaper atau hiasan dinding selain untuk keindahan juga berfungsi sebagai kamuflase agar ruangan terlihat lebih tinggi maupun lebih luas. Salah satu hal yang perlu diperhatikan ada scale atau skala antara pola, furnitur, dan ukuran ruangan.

4.1 Pola Floral

Pada Gambar 17 diberikan contoh perbandingan antara ruangan yang menggunakan pola wallpaper daun dengan ruangan yang menggunakan pola wallpaper floral. Dapat dilihat bahwa ruangan akan tampak lebih besar dan indah dengan menggunakan pola floral. Bukan berarti kita tidak boleh memakai pola daun pada wallpaper namun pola seperti ini lebih cocok bila ditempatkan pada ruangan yang lebih besar.

Tata Cara Desain Interior Ruangan

Gambar 17 Perbandingan pola pada wallpaper

4.2 Pola Garis

Berikutnya akan kami jelaskan salah satu trik ilusi optik yang mampu membuat ruangan tampak lebih tinggi saat mengaplikasikan pola garis lurus pada ruangan tersebut seperti yang ditunjukkan pada Gambar 18.

Tata Cara Desain Interior Ruangan

Gambar 18 Pola garis lurus pada ruangan

Hal ini juga dibantu dijelaskan oleh Ione Fine seorang Profesor Psikologi dari Universitas Washington di Seattle dengan memerikan contoh 2 garis dengan arah panah keluar (K) dan arah panah kedalam (B) seperti pada Gambar 19.  Pada arah panah keluar (K) pergerakan mata akan berhenti sampai dititk panah selesai sedangkan pada arah panah kedalam (B) pergerakan mata akan terus mengikuti sampai garis menghilang. Sehingga dengan menggunakan motif garis lurus seolah-olah mata kita diberikan stimulus agar dapat bergerak bebas mengikutinya sampai ke bagian langit-langit dan mampu menciptakan kesan ruangan yang lebih tinggi.

Gambar 19 Ilustrasi mengapa pola garis lurus mampu menciptakan ilusi ruangan yang lebih tinggi

4.3 Pola Lainnya

Namun tidak hanya garis lurus (motif geometris) yang mampu menciptakan kamuflase pada dinding sehingga terlihat lebih besar. Motif lain seperti naturalistic, curvy, florid, floral (seperti pada Gambar 17) dan motif lain sejenisnya memiliki kemampuan yang baik dalam menciptakan kamuflase pada ruangan. Terakhir akan kami tampilkan pemilihan pola dalam ruangan yang dilakukan oleh seorang Interior Designer Alidad pada Gambar 20.

Gambar 20 Ruangan Interior Desainer Profesional Alidad

Sebagian orang akan menikmati ruangan ini namun pasti ada juga yang merasa ruangan ini tidak dapat dinikmati. Mungkin dapat dianalogikan seperti lukisan abstrak pada Gambar 21 dibawah ini.

Gambar 21 Lukisan abstrak

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda mau membeli lukisan ini bila dihargai Rp5.000.000? Untuk orang awam seperti kita mungkin membeli lukisan tersebut adalah hal yang aneh. Namun untuk profesional tentu saja mereka dengan senang hati akan membeli lukisan tersebut dengan harga Rp5.000.000. Mengapa? Karena sesungguhnya lukisan tersebut adalah “Number 17A” karya Jackson Pollock yang memiliki harga sekitar Rp2,8 triliun. Begitu pula dengan desain interior. Boleh jadi desain interior yang kita anggap aneh sebenarnya telah diperhitungkan dari segala perspektif agar menjadikannya sempurna. Namun yang terpenting tetaplah penilaian Anda sendiri. Apabila anda memang nyaman dengan hasil desain interior buatan anda, so be it.


Sekian pembahasan mengenai elemen dasar desain interior ruangan, seperti yang dijelaskan diawal kami berharap para pembaca dapat memiliki gambaran mengenai elemen dasar desain interior ruangan dan mampu memperluas wawasan untuk kedepannya. Bila terbantu, tolong bantu follow instagram kami di tautan ini. Ziro Abadi juga memiliki portofolio mengenai desain, layouting, dan perencanaan ruangan. Jika Anda tertarik untuk bekerja dengan kami atau memiliki  kritik/saran untuk kemajuan bersama juga bisa disampaikan melalui Whatsapp maupun pesan di instagram.

Terima kasih, sampai jumpa lagi!

Respond For " Elemen Dasar Desain Interior Ruangan "

× Whatsapp Chat